Senin, 02 November 2015

TBC

     Di mulai dengan batuk-batuk ringan, tetapi lama kelamaan tambah hebat hingga keluar darah sedikit-sedikit. Gejala-gejala lainnya adalah penderita tampak pucat, badan lemah, semakin kurus, suhu badan naik dan kalau malam hari mengeluarkan keringat, kadang-kadang juga ada yang suaranya sampai habis.

     Yang menyebabkan penyakit TBC ialah basil-basil TBC, singkatan dari TUBERCULOSA. Pada tahap awal memang sulit dapat ditentukan bahwa seseorang mengidap penyakit TBC, kecuali harus diperiksa paru-parunya dengan sinar Rontgen.

     Dua macam resep obatnya dibawah ini harus diminum bergantian pagi dan sore selama 1-3 bulan, dengan catatan kalau penyakitnya sudah mulai ringan, maka minumnya semakin dikurangi, misalnya dari 3 kali sehari menjadi 2 kali sehari dan kemudian hanya 1 kali sehari.

1.  Daun sambilata                8 gram.
     Bunga belimbing wuluh  4 gram.
     Daun saga                         5 gram.
     Cengkeh                            5 biji.

     Semua direbus dengan air 2 gelas hingga tersisa setengahnya, boleh dimaniskan dengan madu. Minum 2 kali ½ gelas, pagi dan siang.

2.  Bidara upas                   16 gram.
     Daun patikan                   8 gram.
     Daun kumis kucing        8 gram.

     Semua direbus dengan air 2 cangkir hingga tersisa setengahnya. Minum habis tiap malam hari.

3.  Minum I. N. H. Tablet 3 kali sehari 1 tablet pil (di apotik) selama 2 bulan, setiap hari.

Perhatian:
Percikan batuk, air ludah dan dahaknya dapat menularkan. Karenanya agar disediakan pispot yang diberi air carbol untuk menampungnya. Semua pakaiannya, selimut, sarung bantal dan lain-lain kalau dicuci, harus diseduh dengan air panas/mendidih untuk membasmi basil-basilnya.

Penting sekali:
Penderita TBC dianjurkan beristirahat didaerah yang sejuk, tetapi tidak mengabaikan sinar matahari. Buanglah pikiran yang menyusahkan, supaya hati menjadi tenang. Hentikan merokok.

Pencegahan:
Menjaga kesehatan badan sebaik-baiknya, sebagai daya pertahanan alami. Menjauhi sumber penularan. Selain itu, untuk penjagaan dapat juga minta penyuntikan vaksin BCG. Seorang ibu yang menderita TBC paru-paru, sebaiknya tidak menyusui anaknya dan selama belum sembuh, sebaiknya jangan hamil dulu.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: